Apa itu intikali? Pertanyaan ini tak ‘kan kujawab sekarang. Telusurilah tulisanku ini hingga kau ‘kan menemukan apa itu intikali, dan untuk apa intikali itu ada.
Pendekatan Etimologi
Banyak hal yang belum kau ketahui tentang intikali. Bahkan, sesuatu yang nyata pun kau tak mengetahui dari intikali. Baiklah. Jika kita tinjau dari segi etimologi, intikali berasal dari bahasa Turki, yang artinya “peralihan”. Namun, perlu kau ketahui, intikali itu memang berasal dari bahasa Turki, namun bahasa Turki itu pun sendiri menyerapnya dari bahasa Arab, “intaqola – yantaqilu – intiqool” yang artinya “memindahkan – perpindahan”. Beberapa orang lainnya melakukan pendekatan dengan mengatakan bahwa intikali itu “perubahan”. Secara terminologi, intikali memiliki banyak penggunaan yang terkadang membuat bingung.
Intikali Antidefinitif
Intikali itu sebuah kata yang diciptakan untuk tidak didefinisikan. Dengan kata lain, intikali itu tak terdefinisi. Karena sifat intikali seperti itu, maka dikatakan bahwa intikali itu antidefintif.
Intikali Hanya Dapat Dirasakan
Bagaimana untuk tahu bahwa itu intikali atau tidak? Tentu saja, intikali itu dapat diketahui dengan merasakannya. Intikali itu hanya dapat dirasakan. Seperti halnya “rasa manis”, yang kita bisa merasakannya dengan lidah kita, namun tak satupun dari kita dapat mendefinisikan bagaimana rasa manis itu. Juga terjadi pada “cinta”. Seringkali kita mendengar “aku jatuh cinta”, namun kita tak dapat mendefinisikan bagaimana cinta itu. Yang kita bisa hanyalah merasakannya saja.
Definisi Hanya Membatasi
Mengapa intikali itu tak terdefinisi? Tentu saja, seperti yang khalayak umum ketahui tentang eksistensi definisi adalah memberikan batas-batas apa yang dibahas. Jika intikali itu terdefinisi, maka -secara tak langsung- intikali itu akan dibatasi. Sedangkan intikali itu tak terdefinisi.
Makna Sempurna
Pernahkah kita berpikir tentang kata “sempurna”? Apa syarat dikatakan sesuatu itu sempurna? Dikatakan sempurna jika tak ada penambahan maupun pengurangan. Mengapa harus dikatakan “sempurna itu jika tak ada penambahan maupun pengurangan”? Bayangkan saja sesuatu hal yang selalu mengalami penambahan ataupun pengurangan. Maka hal itu dikatakan tak sempurna. Jika sempurna, mengapa masih ada penambahan ataupun pengurangan?
Kesempurnaan Intikali
Lantas apa hubungan antara intikali, definisi, dan sempurna? Tentu saja ada. Intikali itu tak terdefinisi dan lantaran tak terdefinisinya itu, intikali menjadi sempurna pemaknaannya. Coba saja bayangkan jika ada yang mengatakan “intikali adalah begini dan begitu”. Maka -secara tak langsung- ia mengatakan “jika tak begini dan begitu, maka bukanlah intikali”. Dan perbuatan seperti itu tak lain hanyalah akan merusak kesempurnaan pemaknaan intikali.
Mendeteksi Intikali
Bagaimana cara kita mengetahui itu intikali atau bukan? Tentu saja itu hal yang mudah. Terkadang, kita merasakan intikali, namun kita tak tahu bahwa yang kita rasakan itu adalah intikali. Sehingga kita menyikapinya dengan salah. Ataupun sebaliknya, terkadang kita merasakan sesuatu yang bukan intikali, namun sebenarnya bukan. Penyikapan yang salah akan memberikan hasil yang berbeda ketika kita benar-benar tahu bagaimana mendeteksi intikali. Cara yang paling mudah untuk mengetahui bahwa itu intikali atau bukan adalah dengan memperhatikan “gerak hati”. Jika kau merasa hatimu tergerak, maka kemungkinan itulah intikali. Namun tak menjamin 100% intikali. Cara lainnya, ketika kau merasakan sebuah kesedihan dan kegembiraan bercampur aduk hingga kau tak dapat membedakan sedang apa kau sekarang, sedih ataukah bahagia. Namun, itupun juga tak menjamin 100% benar bahwa kau sedang berintikali.
Parameter Intikalis
Intikali. Ya. Kita masih membahas intikali. Seseorang yang berintikali disebut intikalis. Lantas apa parameter dikatakan intikalis? Dikatakan seorang intikalis jika dia pernah berintikali setidaknya selama 13 detik. Cukup sebentar. Namun, asal kau tahu, boleh jadi kau yakin bahwa dirimu adalah seorang intikalis, namun sebenarnya kau berintikali kurang dari 13 detik atau tak pernah berintikali sama sekali walau seper sejuta detik. Parah.
Adalah = Definisi
Dalam intikali sering termaktub dengan kata “itu” bukan kata “adalah”. Tentu hal ini ada alasan yang mendasarinya. Kata “adalah” itu bersifat definitif, yang akan membatasi makna intikali. Sedangkan kata “itu” hanya sebuah kata “tunjuk” yang tak memberikan definisi, hanya memberikan petunjuk-petunjuk untuk melakukan pendekatan dengan makna intikali. Maka lazim Anda ketahui “intikali itu aku” bukan “intikali adalah aku”.
Intikali Itu Aku
Sering sekali kalimat “intikali itu aku, jika intikali itu aku, maka intikali itu kamu” muncul dipermukaan. Apakah maksud dari kalimat itu? Ada beberapa pemaknaan yang semua itu tergantung dari situasinya.
Pertama, “intikali itu aku” bermakna intikali itu diriku, intikali itu ada di dalam diriku, atau intikali itu milikku. “Jika intikali itu aku, maka intikali itu kamu”, pemaknaan kata ini amat rancu dan tak bisa direlasikan dengan kalimat “intikali itu aku”. Karena, kalimat “jika intikali itu aku, maka intikali itu kamu” di sini terdapat penggabungan suatu bagian atau keseluruhan bagian antara aku dan kamu. Boleh jadi, aku dan kamu sebenarnya atau pada hakikatnya masih satu. Mengapa pada awal tadi aku mengatakan rancu? Karena sulit sekali diterima oleh akal, “aku” yang dia sebagai “subjek orang pertama” dan “kamu” sebagai “subjek orang kedua” yang faktanya keduanya saling berhadapan dan tidak bersatu menjadi satu. Namun, itulah intikali. Intikali itu sesuatu yang tak dapat diraba oleh akal, karena akal itu terbatas.
Kedua, “intikali itu aku, jika intikali itu aku, maka intikali itu kamu” mempunyai makna, yang mana sebenarnya memang ada dua suatu yang keduanya sama-sama bernama atau setidaknya mempunyai sifat intikali, tanpa memaksanya dalam satu kesatuan. Boleh jadi dua hal yang memiliki nama sama namun hakikatnya berbeda.
Ketiga, “intikali itu aku” bermakna intikali itu aku dan semua apa-apa yang ada dalam diriku itulah intikali. Intikali menjadi benar-benar milikku secara mutlak. “Jika intikali itu aku, maka intikali itu kamu” bermakna jika intikali itu milikku secara mutlak, maka secara tidak langsung aku berhak mengatakan bahwa intikali itu ada di dalam dirimu, bahkan dirimu seutuhnya adalah intikali. Inilah pemaknaan yang paling ekstrem.
Landasan Intikali
Awalnya, landasan intikali adalah 13xy. Namun, waktu telah mengubahnya. Kini, landasan intikali bukanlah 13xy. Kini landasan intikali adalah “selonisitas dan simplisitas”, yang mana menjunjung tinggi nilai selonistik dan kesederhanaan dalam banyak hal (bukan dalam semua hal).
Selonisitas dan Simplisitas
Selonisitas. Kata ini muncul pada awal intikali ada. Berakar kata dari “selonis” yang dimaknai dengan sesuatu yang menempel pada intikali yang bisa membuatmu berintikali karenanya. Mudahnya, terkadang kami membuat pemaknaan selonis lebih sederhana dengan mengatakan sesuatu yang keren dengan kata selonis. Sedangkan simplisitas atau mudahnya kita sebut dengan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam berpikir, kesederhanaan dalam berbuat. Contoh konkretnya adalah intikali kali itu sederhana, tak perlu didefinisikan. Karena ketika kita mendfinisikan intikali, maka kita akan begitu sibuk dengan mencari definisi yang sesuai dengan intikali. Pendefinisian itu akan menghasilkan kerumitan-kerumitan karena banyaknya kriteria yang harus dipenuhi.
13xy
Sungguh sebenarnya ini telah out of date untuk membahas 13xy yang telah tak menjadi landasan intikali. Namun, tak apalah dibahas hanya agar tak hilang nilai histori dari intikali. 13xy dulunya adalah inisial yang dibuat oleh John Terro untuk PC di kamarnya. Namun, berlanjut pada sesuatu yang lebih gila lagi. Intikali lahir pun berawal dari ditemukannya 13xy. Secara runtutan, 13xy lebih dulu dari intikali. Lantas karena itulah intikali berlandaskan 13xy. 13xy sendiri mempunyai beberapa penafsiran yang cukup mencengangkan.
Pertama, 13xy itu berasal dari “13” yang dimaknai dengan angka sial dan “xy” yang menunjukkan inisial kromosom laki-laki pada pelajaran genetika. Setelah didapatkan itu semua, muncullah kesimpulan konyol, yaitu 13xy itu tak lain adalah “laki-laki sial” atau malah ada yang menyimpulkan “laki-laki sialan”. Parah.
Kedua, 13xy itu berasal dari “13” yang menyerupai huruf “B” mewakili kata “Baik” dan “xy” itu “laki-laki”. Simpulannya, 13xy itu “laki-laki baik”.
Ketiga, 13xy itu nama seorang perempuan. Benarkah? 13xy: “13” yang mewakili kata “le” dan “xy” yang tetap, maka dapat disimpulkan bahwa 13xy itu “lexy”. Namun, siapakah “lexy”? Cari tahu di Google dengan keyword “intikali lexy”!
Tujuan Intikali
Ada beberapa tujuan intikali yang tujuan itu terus melebar tahun ke tahun. Adapun beberapa tujuan dijelaskan setelah ini.
Tahun 2007
Pada tahun 2007, intikali belum muncul dengan format yang resmi. Intikali muncul dalam bentuk meta, berupa ditemukannya kata 13xy dan jindego. Kata “jindego” ini berasal dari Weyeze Dalwerig (cari tahu di Google). WDalwerig adalah bahasa terbalik yang diciptakan oleh beberapa orang yang nantinya bakal terlibat dalam sepak terjang intikali di masa mendatang.
Tahun 2008
Tepatnya Februari 2008, intikali lahir. Sudah dikenal kata “intikali” di telinga para intikalis dan orang yang berada di sekitarnya. Tujuan intikali saat itu adalah sebagai subtitusi rasa cinta gila yang tak tertahankan dari beberapa intikalis. Untuk lebih jelasnya cari di Google dengan keyword “inilah sebenarnya intikali”.
Tahun 2009 – Sekarang
Pada tahun 2009, tujuan intikali mulai bergeser pada menyebarluaskan intikali di jagad dunia maya. Yang nantinya ini akan digunakan untuk tujuan puncak intikali.
Tahun 2015
Pada tahun ini diharapkan teori intikali telah rampung.
Tahun 20xx
Intikali mencapai puncaknya. Apa tujuan puncaknya? Masih dirahasiakan. Hehe …
Pencapaian Intikali
Ada beberapa pencapaian yang telah dicapai intikali. Adapun beberapa pencapaian itu adalah:
1. Telah dibuat blog yang bernafaskan intikali, guna memfasilitasi untuk menyebarluaskan intikali.
2. Mulai dikenalkan intikali ke khalayak umum.
3. Mulai dibuat relasi-relasi yang mendukung teori intikali.
4. Dan beberapa pencapaian yang masih dirahasiakan untuk dicapai.
download .pdf -nya di sini.